Selasa, 24 Maret 2015

Tertinggal Pesawat Ke Australia

     Dalam hidup selalu ada kejutan tak terduga jika kita mau berharap. Mimpilah, berdoa dan berusaha maka setiap kesempatan akan datang menyambutmu dengan riang. Yang perlu kau persiapkan dalam hidup hanyalah takwa dan mental, meskipun tak dipungkiri uang juga menjadi suatu kebutuhan yang patut dipersiapkan, tapi percayalah, uang bukanlah segalanya. Sudah tak sabar rasanya mundur ke masa lalu, tepatnya setahun yang lalu, saat petualangan ini baru akan dimulai.
     Pagi itu saya terbangun dengan sedikit terengah, mimpi yang sedikit aneh baru saja merasuk, terjaga dengan berusaha mengingat. Saya tipe orang yang terbiasa mendapat kiasan dalam mimpi, tapi seperti manusia normal lainnya, tentu saya hanya berharap semua akan baik saja dan mimpi itu hanyalah sebuah peringatan agar kita bersiap diri pada apa yang akan terjadi dan menjadi waspada, atau mungkin berusaha lebih sabar ketika suatu ujian akan segera menghampiri.
    ' Kaca mata saya patah', itulah mimpi saya sebelum keberangkatan ke Australia. Saya tergolong orang yang nekat, hanya membawa $500 untuk bekal hidup di Australia selama setahun, yang seharusnya menurut ketetapan pemerintah Australia sebesar $5000. Entahlah tidak biasanya saya senekat ini, tapi saya terlalu yakin Allah SWT bersama saya, akan menolong saya pada akhirnya. Saya selalu berkeyakinan janji Allah adalah benar, orang yang tidak sholat saja diberikan rezeki dan pertolongan, apalagi kita ciptaannya yang percaya dan mau beribadah kepadaNya. Selain itu karena saya memang tidak memiliki uang yang cukup, gengsi saya terlalu tinggi untuk meminta uang kepada orang tua, uang yang saya punya hanya itulah adanya.
    Firasat saya memang jarang meleset, seperti pemberitahuan di awal sebelumnya, saya tahu akan ada sesuatu yang akan terjadi diluar dugaan yang akan menguji kesabaran. Saya bertemu dengan kawan yang akan berangkat ke Sydney, teman seperjalanan dari Indonesia, kami memang telah lama berhubungan melalui media sosial, merencanakan pertemuan di bandara Soeta. Akhirnya untuk pertama kalinya kami bertemu, sempat terbersit kami mungkin takkan pernah bisa berjalan beriringan, karena kepribadian kami yang berbeda jauh. Saya berjilbab dan dia bergaya sexy ala anak muda seusianya. Dia memang lebih muda dari saya, mungkin sekitar 5 tahun dibawah saya. 
    Saya kehilangan bantal leher yang saya titipkan kepadanya, karena saya ijin untuk sholat terlebih dahulu. Firasat pertama sudah terjadi, tapi saya terus beristighfar dan membesarkan hati. Kami transit di KL, dan harus pindah pesawat, dengan jeda sekitar 2 jam. Disinilah bencana dimulai, saat itu saya teledor tidak menyesuaikan waktu malaysia yang lebih cepat 1 jam dari waktu Indonesia. Kami berpisah sejenak, saya memutuskan untuk sholat dan dia pergi entah kemana. Baru belakangan saya tau kalau ternyata dia pergi mencari money changer yang benar-benar menghabiskan waktu kami. Lama sekali rasanya saya menunggu, tapi dia tak kunjung datang, sementara hp kami tidak berfungsi karena sim card kami masih provider Indonesia. Akhirnya dia datang sekitar setengah jam kemudian, jantung saya sudah tak karuan, saya berusaha memperingatkan agar kita segera masuk ke ruang tunggu, tapi dia berkata dia lapar dan ingin membeli burger dengan antrian yang cukup panjang, saya terus peringatkan tentang waktu yang sudah tidak memungkinkan. Dan akhirnya dia menurut untuk memasuki ruang tunggu, kami berlari sepanjang koridor. Sampai akhirnya kami tertinggal pesawat. Pesawat memang belum berangkat, tapi bagasi kami telah diturunkan dan kami tidak diizinkan memasuki pesawat. Kami terpaksa harus memasuki ruang imigrasi dan meminta pembatalan cap. Saya tidak bisa menyalahkan siapa-siapa hanya pasrah, pastilah ada hikmah dibalik ini semua, ternyata teman saya ke money changer untuk menukarkan AUD ke rupiah untuk membayar hutang kepada saya. Saat itu dia bertanya mau dibayar pake rupiah atau dollar? karena saya takut merugikan orang lain, karena yang dipinjam dalam rupiah bayarkan saja dalam rupiah agar nilainya menjadi jelas. Tapi saya tidak menyangka kalau dia ingin membayar saat itu juga, seharusnya dia berkompromi, tapi yah sekali lagi saya yang salah, dia hanya bermaksud baik dan merupakan sebuah kesalahpahaman. Perasaan saya campur baur saat itu, karena saya teringat keluarga yang berpesan untuk segera mengirimkan kabar setibanya di Australia. Saya takut mereka khawatir, sungguh dilema saat itu, saya tidak bisa berkata jujur menceritakan apa yang terjadi karena takut mereka justru lebih khawatir karena saya tertinggal pesawat. Di lain pihak saya harus memberi kabar tentang kondisi saya agar mereka tidak khawatir. 
    Malam itu sudah jam 11.30 malam, saya bertekat untuk membeli tiket pesawat saat itu juga untuk keberangkatan besok pagi, semakin cepat semakin baik, begitu pikir saya, sehingga keluarga tidak khawatir. Namun sang kawan punya pemikirannya sendiri, mumpung sudah di KL, dia ingin menjelajah malaysia dan mungkin sekitar dua hari lagi baru berangkat ke Australia. Kami beradu pendapat, tidak menemukan sepakat. Kami sama-sama keras.
     Akhirnya waktulah yang memutuskan, karena kami tidak mencapai mufakat, maka karena malam yang semakin larut, counter ticket pun tutup. Mau tidak mau kami akhirnya terpaksa menginap di Bandara.

Tips Untuk muslim atau muslimah yang tertinggal pesawat, carilah musholla karena kita bisa beribadah tepat waktu, tempat yang aman dan gratis untuk tidur serta kita akan bertemu orang-orang baru. Bertemu dengan orang-orang baru sangatlah menghibur hati, kita bisa berbagi cerita dan menambah saudara, bahkan terkadang tak terduga. Saya mendapat beberapa undangan dari mereka untuk singgah jika saya ada waktu, mereka menuliskan alamat dan no. telp, sungguh persaudaraan itu indah. Itulah janji Allah. Allah SWT sebaik-baik penolong.

 Selalu ada hikmah dibalik kejadian. Sejak kejadian ini saya selalu mengatur waktu jam diatas pesawat setelah pemberitahuan dari sang pilot dan lebih berhati-hati pada setiap penerbangan. Manusia hanya bisa berencana, Allahlah yang menentukan. 



Selasa, 15 Juli 2014

Drama

        Beberapa orang sangat menyukai kehidupan penuh drama mendebarkan, tapi bagiku, kehidupan aman dan santai tanpa efek-efek mengagetkan jauh lebih sehat. Jantungku terkadang tidak cukup kuat untuk menerima semuanya. Meski ternyata kuakui, hal itu jauh lebih menyenangkan. Kehidupan di Australia membuatku merasakan beberapa hal yang tak mungkin akan aku rasakan di Indonesia. Beberapa jenis pekerjaan kurasakan, beberapa jenis manusia telah dipertemukan. Dan betapa kuasa Allah terasa sangat dekat, pertolongan, peringatan dan kasih sayang-Nya sungguh nyata kurasakan.
       
     Wanita itu harus berprinsip,meskipun kata orang, wanita merupakan mahluk yg lbh mengutamakan perasaan drpd logika,tp saya rasa hal itu tdk spnhnya benar. Pernyataan itu tidak serta merta membenarkan para wanita melakukan kesalahan dengan mudahnya dan melimpahkan kesalahan trhdp kodratnya atau sifat pembawa yg dimilikinya. Tidak, menurut saya hal itu hanya merupakan perbuatan seorang yg tidak memiliki tanggung jawab.
    Miris melihat fakta2 yg trjadi belakangan ini ,para gadis ,wanita dan anak perempuan entah apapun sebutannya,brp pun tingkat umurnya,telah kehilangan pegangan hidup,kehilangan nilai2 yg hrus dijunjung para wanita. Kehormatan,harga diri dan batasan yg shrusnya mjdi pelindung. Sex bebas dikalangan pelajar,pacaran yg gila2an benar2 menjadi sebuah momok rusaknya moral bangsa. 
   Pada akhirnya, penyelesaian atas segala permasalahan tersebut sangatlah sederhana, tak perlu penelitiaan dgn budget fantastik ,atau uji kelayakan,bahkan tak perlu partisipan responden dgn data yg valid. Ya, semudah itu pada akhirnya rumus terbaik adalah yg paling sederhana. "Agama". Kesadaran kita akan adanya Allah ,tuhan yg menciptakan dan memiliki kuasa penuh atas peraturan yg blh dan tidak. Dan ketika kita meyakini betapa semua itu hanya untuk kebaikan kita sendiri,maka semua penentangan, semua pembangkangan akan punah dengan sendirinya.
   Tak peduli betapa lemahnya kita ,bersandarlah hanya kepada Allah ,jalani saja apa yg disuruh dan jauhi apa yg dilarang ,bukankah sesimpel itu. 
   Saya pun menyadari masalah hati jauh lebih menakutkan dr apapun didunia ini. Perihal jatuh cinta dan lawan jenis tergadang benar2 mampu menggoyahkan. Itu benar,saya akui ,berkali-kali terjadi.Tapi tetap pada akhirnya seperti yg berkali2 saya tuliskan, hanya kepada Allahlah kita kembali. Tetaplah berbesar hati. 
   





Sabtu, 28 September 2013

Tulis-Tunggu-Realisasi

      10 Tahun lalu, aku terlalu sibuk dengan khayalanku, membuat cerpen dan berangan-angan. Beberapa negeri kutulisi, hanya berdasar referensi televisi atau gambar yang terselap selip disana-sini. Beberapa tahun kehidupanku mati suri, penggembira dan pecicilan hilang ditelan bumi. Kusadari beberapa sifat masih kumiliki dan sulit dihilangkan meski itu sifat buruk. Kurasa manusiawi, merubah hal menjadi 100 % adalah kejam, karena manusia hidup dari proses yang lambat dan perlahan-lahan. Tentu dalam perjalanan hidup, ketika kita berhenti sejenak sambil melepas lelah, ada baiknya memilah dan memilih. Setiap manusia punya masalah masing2, mulai dari ekonomi, percintaan, sosial, kehidupan rumah tangga bagi yang menikah, anak beranak, atau mungkin cucu2, yah semua hal tentu telah diatur dan mempunyai kekhasan masing2. Lika-liku hidup akan sedikit banyak membentuk karakter dan kepribadian setiap individu, ke arah yang benar, itulah yang diharapkan, menjadi bijaksana itulah yang diusahakan. Meski semua tahu, memperbaiki adalah hal yang menuntut kesabaran lebih, karena proses untuk memperbaiki adalah proses mencari terlebih dahulu kerusakan dan kesalahan yang ada sehingga bisa diputuskan tindakan apa yang bisa dilakukan, perlukah penggantian atau hanya sekedar dipoles sana sini.
      Kini setelah 10 tahun, aku bahkan tidak menyadari kalau aku punya keberanian yang bagi orang sepertiku sudah cukup luar biasa. Aku akan melakukan perjalanan backpacker pada november tahun ini, setahun kurencanakan, di negeri yang 10 tahun lalu kutuliskan dibuku cerpenku yang lusuh. Aku masih mengingat cerpen itu, meski samar2, ada sedikit ketakutan, ttg cerpen2 yg kutulis, aku selalu berusaha membuat endingnya baik, karena entah mengapa aku percaya, kalau manusia memiliki karma atas karya2nya. Dari karya terkadang akan memberikan sebuah kenyataan, entah itu dari lirik lagu, puisi, cerpen, novel atau apapun. Saat ini satu terealisasi, semoga negeri2 lain yang pernah kutulis menjemputku dan mengundangku ke negeri mereka, dan aku terlalu takut membayangkan kalau khayalanku akan terealisasi sepenuhnya. Mungkin nanti dalam satu postingan tersendiri, untuk khayalan paling gila yang pernah kutulis dibuku diariku akan kutulis disini. Sebenarnya aku terlalu malu, untuk membaginya disini. Terlalu gila dan tidak realistis. Tapi satu keyakinanku, meski ditertawakan, toh aku takkan pernah melihat mereka tertawa, jadi aku cukup bahagia.
    Sebenarnya ada rasa takut menjalani kehidupan yang baru di negeri asing, bahasanya, cuacanya, budayanya, dan negeri non muslim terkadang memberi kekhaatiran tersendiri. Semoga semua baik, semoga semua lancar. Aku berharap, aku berdoa dan aku bersabar.
    Aku ingin bahagia menikmati hari, tidak dipusingkan lagi dengan urusan banyak orang, sepertinya mengatur beberapa urusan orang lain sangatlah memusingkan, aku semakin merasa betapa kecilnya manusia. Hanya Allahlah yang maha agung, hal ini dalam pengertian secara nyata, manusia, alam dan isinya diatur sedemikian rupa dalam setiap detik. Kompleksitas yang takkan pernah mampu dibuat manusia sejenius apapun, apalagi mesin. Sungguh hanya kepada Allahlah kita patut bersujud. Aku akan rehat dari segala urusan ini dan akan mengurusi diriku sendiri. Banyak harapan dan niat baik dalam perjalanan kali ini. Aku berharap menemukan passion hidupku, bertemu orang2 baru, pemikiran baru dan semoga aku lebih menghargai hidup yang diberikan Allah ini. Amin, wish me luck!
  (Disaat seperti ini, kenapa suara perut harus terdengar, benar2 mengganggu mood).










different head

      Tiba2 saja teringat ttg masa kuliah,ternyata saya tipe orang yg seringkali memiliki pemikiran dan pemahaman yg brbeda dgn orang lain. Saya khawatir ini sebuah penyakit gila. Bukankah orang gila adalah orang yg sibuk dgn pemikirannya dan dunianya sendiri, biasanya berbeda pndpt dan pengertian dgn orang normal ttg suatu hal. Hmm sungguh menjadi kecemasan tersendiri.          
     Pernah suatu kali saat tema presentasi adalah ttg penganekaragaman pangan, klo tdk slh yg dibahas saat itu  'kentang sbg substitusi padi sbg bahan pangan pokok'. Permslhn yg dbhs mulai dr ktrbtsan lahan, tingginya konsumsi, kebiasaan orang indo yg makan nasi, lalu komoditas padi yg dipolitisasi. Dalam sesi tanya jawab hampir semua orang setuju dgn hal itu, tapi saat itu saya yg sdh hampir 1,5 jam menahan diri, tetap kalah dgn keinginan kuat ,apakah ini nafsu? pantas musuh terbsar manusia adalah nafsu. Dan untuk itu saya harus belajar pengendalian diri yg lbh bsr lg. Saat itu ketika sesi tanya jawab sdh hmpr dtutup tiba2 tangan saya tnpa trkndali mengacung ke atas. Batinku brprang,'tangan kurang ajar beraninya mengngkat disaat tdk diprlukan'.
    "Bisakah saya minta ditampilkan data nilai gizi". Akhirnya finalis menyanggupi. Dan ya Allah,stlh melihat data saya semakin menggila, ' ditinjau dr data gizi yg anda tunjukkan ,beras memiliki nilai gizi tertinggi , kemudian sebaran potensi penanaman padi Indonesia memiliki luas lahan yg ckp besar untuk dijadikan sentra dibandingkan negara penghasil padi lainnya. Dengan potensi nilai ini bukankah prmslahn seharusnya difokuskan trhdp peningkatan prdksi padi. Jika kita bisa makan beras yg lbh brgizi drpd kntg knp kita harus makan kentang? td anda bahas ttg kebiasaan orng indo makan nasi, taukah anda bahwa pnduduk kita banyak sekali yg msh miskin , jika dikonversikan,makan kntg memiliki biaya yg lbh tinggi, dgn mkn nasi kita sdh kenyang, tdk prlu membeli pangan altrnatif untuk mengenyangkan perut shgga biaya pengeluaran untuk makan bisa ditekan. Harga kntg yg tinggi tidak terjangkau oleh petani jika harus dimakan setiap hari. Lalu semua berusaha berargumentasi, syukur sekali kesadaran saya kembali, saat itu saya telah dikendalikan nafsu. Lalu saya mengakhiri, "terima kasih", presentasi anda baik sekali, diselingi senyuman yg terasa agak kaku. Pelajaran berharga yang sekali lagi dapat kupetik. Kesabaran adalah hal yang akan berbuah manis, pengendalian diri, jauh lebih penting dari apapun. Tapi terkadang beberapa sifat inilah yang membawaku pada kejadian2 tak terduga selanjutnya.

kehilangan jati diri

Suatu pagi, dalam sebuah perenungan panjang, aku terdiam, aku menyadari satu hal pagi ini,,,
aku kehilangan jati diri,
aku ingin sekolah lagi,,,
lalu ada sebuah bisik kecil entah datang dari lubuk hati bagian mana, atau dari otakku yang sebelah mana,
lalu semakin ramai kudengar, kekeh tawa yang memilukan,
harga diriku ditertawakan,
Ya Allah, beginikah isi jiwaku, mereka berperang, bertengkar bahkan tanpa memikirkan perasaan sang empunya,
menuntut ilmu, bukankah itu malah akan memberatkan jiwamu, bisik suara tawa yang mulai terdengar jelas, bagaimana mungkin kau mengaku mencintai ilmu, sementara tak satupun bagian dari ilmu yang telah kau punya kau amalkan, bukankah itu menggelikan,
jiwaku terasa pias, aku butuh dukungan,
kutatap setiap zat yang tak tampak, namun aku tau mereka berada disana, seakan sedang berkumpul dalam sebuah forum, aku butuh pembelaan,
tak ada satu sosokpun yang bersedia membelaku,
aku tau
dia benar,
mereka benar,
aku tak berguna, tak berdaya,
tak berjiwa,
aku telah kehilangan kepercayaan diri dan juga jati diri, entahlah
akupun tak mengerti, bagaimana seharusnya menjadi berarti,
biar kupejamkan mata sekali lagi, agar terdengar lebih jelas bisikan pembelaan walau sekecil apapun, bukankah kita tak boleh berputus asa.
aku bukan tak berguna, aku mungkin kini tak berdaya, tapi
aku yakin karena puzzle hidupku belum lengkap, layaknya ilmuku yang baru seujung kuku,
bagaimana mungkin aku mampu menanggung yang sebesar itu, jika bekalku tak cukup,
tunggulah, bersabarlah, aku janji takkan mengecewakan kalian, teruslah mendukungku dan tertawalah ketika aku bahagia, berhenti menghakimiku, karena aku juga manusia biasa, yang butuh waktu, kesempatan dan pemompaan energi, aku janji takkan menyerah saat ini, kumohon, tunggu sedikit lagi,:)

Minggu, 22 September 2013

mata hijau

        Hidup ini bukankah selalu saja tidak terduga ,aku berharap hanya bertemu yg bermata hitam atau mungkin yg bermata coklat seperti mataku. Bermata hijau atau biru tentu saja jauh dari anganku. Punya selera humor yg sama,wawasan luas dan membuatku nyaman merupakan hal yg menjadi pnybabku lbh menyukai kesendirian. Kemandirian,berprinsip dan keras kepala hampir menjadi trademarkku. Kemampuanberadaptasi dngn sekitar merupakan sebuah keunggulan tersendiri ,tapi hal itu tidak serta merta membuat kita nyaman. Bisa menahan napas yg pjg saat berenang bukan berarti kita ingin hidup sel amanya di dalam air,begitulah. Ramah tamah dan sopan santun tentu mjd syarat mutlak dlm prgaulan. Tapi berteman dgn para pria selalu saja menimbulkan ketidaknyamanan ,karena entah mengapa pada akhir cerita mereka selalu saja menawarkan sesuatu yg sejak awal sdh  dibatasi dan beri jarak. Sehingga seringkali trpksa harus kehilangan pribadi2 yg baik,yg sbnrnya tak prnh ada kslahan dr siapapun tapi hanya kemampuanku dlm merasa nyaman yg rendah yg membuatku harus dihakimi dan untuk itu selalu berakhir dengan selamat tinggal. Kehilangan sahabat2 baik merupakan sebuah kesedihan trsendiri buatku. Jadi jgn trlalu brsdh karena bukan hanya kalian yg terluka.
      Pertemuan dgn si mata hijau awalnya sangatlah biasa,pertemanan dgn orang baru tentu saja memberikan kebahagiaan tersendiri. Pribadiku yg gampang akrab dgn orang baru dan menyukai humor mungkin menjadi alasannya mau berteman dgnku. Tdk sprti mata kebanyakan,matanya hijau dan parasnya sprti pangeran berkuda putih dlm negeri dongeng,tapi hal itu tdk menggoyahkanku. Meski sempat trgoda punya bayi seindah matanya tp "tdk", bukan itu alasan yg kupunya. Tak peduli setampan apa mahluk itu, biasanya aku sudah sgt kebal. Tapi bgm mungkin si mata hijau punya paket lengkap yg dicari, berwawasan luas, selera humor yg sama dan mampu membuatku nyaman. Kesabarannya membuatku takjub ,kemampuan mengendalikan diri dan menghargai perbedaan pendapat mungkin sdh terasah karena profesinya sbg seorang attorney. Tak ada cela bagiku. Percakapan kami selalu meloncat- loncat,krisis ekonomi, kenangan dosen, politik, kemampuan menjadi seorang linguists,percakapan ttg kedokteran,budaya,remeh temeh (hal2 remeh),bahkan keadaan hidup. Dialah mata pertama kali yg kuakui. Bagiku dia tempat bertukar pikiran,diskusi suatu kasus dan pembelajaran. Tapi aku tau benar ada hal yg memisahkan,ada hal krusial yg sgt mndsar. Kami mengetahuinya, banyak sekali prbdaan yg kami miliki mulai dr warna mata,nationality,budaya, pemikiran dan masih banyak lagi. komunikasi tak selamanya mulus. seringkali ia marah bukan karena kemarahan yg kusebabkan. Tapi ia marah karena tanpa sadar trkdg ia membuatku terdiam. Entah bgm caranya,ia selalu saja bisa mendeteksi emosiku. Ia bahkan mengenalku lebih drpd diriku sendiri. Apakah dia belahan jiwa? sungguh menakutkan. Sampai akhirnya pembicaraan yg slalu dihindari tak mampu lg dibendung. Ia menawarkan sbuah khdpn baru,ia bhkn brsdia brkompromi pada masa depan. Ia menyerahkan sepenuhnya kepadaku. Suatu hal yg tdk biasa untuk seorang mapan sepertinya, mau melihat kemungkinan lain demi seorang sepertiku. Seorang yg pd hari libur lebih suka bermalasan seharian diatas tempat tidur sambil membaca buku. Dia bahkan memaklumiku, menawarkan memasak dan meminjamkan kasur,brjanji tdk akan mengganggu. Sebuah humor yg membuatku terhibur. Entah dia hanya penggoda atau tulus. Meski aku yakin kemampuan memasakku diatas kemampuannya.
     Tapi ketika akhirnya dia memintaku untuk menerimanya ,tak ada kata 'i do' sprti yg ada di film2. Tragis, bagiku cinta adalah hal yg baik,indah tp tdk bnr untuk mengorbankan logika. "Betapa menderitanya kau,maka tanggunglah",itu adalah hal yg bnr untuk dilakukan. Syaratku satu,kita harus seagama. Hdp brsama memiliki konsekuensi untuk melakukan ritual brsama tanpa trkrcuali ibadah. Maka dgn logika kuluruskan kembali,pd akhirnya kepada Allahlah kita kembali. Ketika penghakiman trjadi skali lg krna penolakan yg kulakukan.
   Tapi kali ini aku tdk ingin kehilangan sosok sahabat sepertimu. Tiba2 aku menjadi sangat egois,tak ingin kehilanganmu,mari berteman,mari kita kembali kpd awal prtmanan kita,dmn kita saling menghargai prbedaan pndpt. "Waktu", itulah yang dibutuhkan seseorang untuk pulih. Aku percaya dan aku memberikannya, lalu aku hanya perlu menunggu. Kesabaran selalu membuahkan hal yang manis, setelah segalanya, "selamat datang kembali", seorang yang kini bagiku tanpa identitas, bukan sahabat, karena tentu ada jarak stlh semuanya, bukan mantan pacar karena aku menentang keras pacaran yang haram dalam islam, entah apa kau bagiku kini? Mungkin sosok yang kuhormati dan teman berdiskusi. Terima kasih karena tidak pergi.

(menulis dr hp memang memberikan kesetressan tersendiri).

Selasa, 22 Mei 2012

"Final Day"

Hari ini para kandidat beasiswa dihubungi, jadwal, document, reservasi hotel dan resechedule untuk tiket pesawat bagi yang sdh terlanjur booking untuk tgl 25 mei diundur jadi tgl 26 mei and need to stay untill 28th mei, karena ternyata acara AC akan berlangsung selama 4 hari yang semula direncanakan hanya 3 hari. Saya pun mendapat sms itu tengah malam, tepatnya jam 23.18 WIB, saya sudah ikhlas untuk melepas beasiswa ini berhubung ibu tidak berkenan dengan kepergianku. Semoga hal ini menjadi suatu pembuka jalan lain untuk saya, belajar tentang keikhlasan dan menyayangi ibu lebih lagi dari sebelumnya. Saya bahkan rela melepaskan dunia untukmu ibu, mungkin terdengar berlebihan tapi nyatanya sejauh ini saya telah membuktikannya, saya berani melepas pekerjaan dan kini kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, kesempatan bertemu sesuatu yang baru, kesempatan mengaktualisasi diri dsb, dsb. Orang bilang kesempatan tidak datang 2 kali, tapi hal ini tidak berlaku bagi saya, kesempatan bisa diciptakan, saya pun tidak berputus asa, berusaha untuk lebih dewasa dan manusiawi, perjalanan hidup terkadang memang seperti ini, suatu hari nanti ketika batinmu telah tenang dan rela melepaskan kepergianku, maka saya akan memulai lagi dari awal, saat ini, biarlah saya tetap disampingmu, menamanimu dan merawatmu. Ibu, I LOVE U.

Saya sempat bergurau ketika suatu pagi ibu sedang menyapu halaman dan saya bersiap untuk ke ruko, "Ibu kalo saya dapet beasiswa dari Inggris selama 1 tahun, apakah Ibu mengijinkan?,,,
Tiba-tiba ia terdiam tampak agak pucat, dan sayapun melangkah pergi, "saya cuma bercanda bu", dan melepaskan senyum nakal untuk Ibu. Saya meyakinkan diri kalau tahun ini sebaiknya tetap di dalam negeri.
Dan melanjutkan rutinitas hidup. God Bless Me!!^_^

Senin, 30 April 2012

Tulisan Pa Sob ttg padi SRI dan sistem ijon

Saya sengaja mengcopy paste tulisan Pa Sob ini tentang padi SRI, karena tulisan ini telah menginspirasi saya, walaupun saya sudah pernah baca berbagai artikel tentang padi SRI dan sempet bikin bundelan sendiri untuk data padi SRI ini, tetap saja yang satu ini nempel di hati. Waktu saya kursus di Pare, saya nge-camp di Damsel yang notabene depannya itu sawah, damai sekali rasanya melihat sawah yang sudah ditanami padi, ada yang masih hijau, ada juga yang sudah mulai berisi bulir2 padi. Saya kursus di Elfast, dan tepat di depan Elfast itu ada ibu warung yang jualan aneka masakan, (wah thanks bgt ya bu, aku selalu ngerepotin beliau, secara selalu ada aja requestku yg aga aneh, alias beda ama pembeli yg lain). Nah si ibu itu selain punya kosan dan warung masakan, beliau juga jadi buruh sawah dengan sistem bagi hasil atau biasa dia sebut paroan ama yang punya lahan. Sempet saya ngebahas tentang padi yang beliau  tanam dan tanya2 ttg hasil yang diperoleh. Setelah beliau selesai cerita dan saya selesai sarapan, mulailah saya ngoceh tentang padi organik dan sistem SRI, si ibu cuma ngangguk2. Saya sempet tanya, berapa hasil panennya?beliau jawab 9,5, saya aga rancu antara 950 ribu atau 9,5 juta, bodohnya saya cuma ngangguk aja, ga nanya lebih detil. Saya juga sempet tanya ttg luas lahan, beliau ga ngerti ukuran meter atau hektar, cuma bilang, yah segitu mba, sepetak aja, wew, makin bingung.???berhubung data yang dia kasih ga lengkap jadi saya ga bisa menganalisis lebih jauh untuk ukuran panennya, sudah maksimalkah? Sistem panennya pun ternyata masih sistem ijon, wah miris memang, sistem ini sudah mendarah daging di Indonesia, si Ibu bilang, dia sih seneng2 aja dengan sistem itu, tau bersih, asal ada lebih. Sekali lagi saya bingung, untuk menganalisis hasil panen, karena para ijoners tentunya lebih pandai dan ga mungkin bersedia rugi, so saya berkesimpulan sudah pasti petani yang dirugikan. Suudzonkah??atau justru ini sebuah simbiosis mutualisme??Terkadang kita para pemerhati beranggapan dan berpikiran lebih kritis, bukankah petani akan dirugikan nantinya?harus ada sistem yang lebih baik?tapi sekali lagi, bahkan si penderitapun senang dan tidak merasa dirugikan, anehkah???yah saya berkesimpulan, Indonesia memang memiliki warga yg baik hati, betapapun disakiti, mereka tetap ikhlas menerima??sebuah perenungankah??atau justru harus lebih berbesar hati??penilaian tentu dikembalikan pada pribadi masing2, namun satu yang pasti, sistem ijon termasuk gharar dalam islam, jadi hindarilah, sebisa mungkin:).

Friday, August 8, 2008


PADI RAKSASA DALAM KARUNG


Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 9 Agustus 2008
Foto: Sajiboen 2008, Padi Karung 90 Hari 104 Anakan

Oleh: Sobirin

Teman saya ahli padi namanya Alik Sutaryat pekerjaannya menekuni padi SRI (System of Rice Intensification). Dalam usaha mengembangkan padi SRI ini, dia berhasil menanam padi 1 butir dalam karung goni dengan kompos dan MOL buatan sendiri menjadi 104 anakan, hasil panen 0,70 kg.



J
enis padi Sintanur, ukuran karung goni diameter 60 cm dan tinggi 60 cm. Diisi dengan tanah dan kompos. Tanah 1 bagian, kompos 2 bagian. MOL buatan sendiri dari bahan keong sawah yang ditumbuk, dicampur dengan buah maja (dalam bahasa Sunda buah berenuk), dicampur dengan air kelapa.


Jenis karung goninya adalah karung goni tenunan dari rami, karung goni wadah beras jaman dulu, yang warnanya coklat, tembus air. Bukan karung goni plastik jaman sekarang yang warnanya putih dan tidak tembus air. Tiap hari disiram air, dan air terus merembas keluar.
Pemberian MOL encer tiap 3 hari. Menjelang berbulir tambahkan lagi kompos sebagai pengganti butir-butir kompos yang terbawa rembasan air keluar dari karung. Dalam waktu 90 hari, tinggi tanaman padi ini mencapai 1,5 meter, anakannya 104 batang.

Ketika dipanen menghasilkan gabah 0,7 kg. Kalau disetarakan dengan penanaman di sawah kurang lebih 70 ton per hektar per panen. Setelah panen, ketika digali, panjang akarnya mencapai 45 cm.
Bandingkan dengan padi ember biasa dengan perlakuan biasa, anakan hanya 35 batang, hasil panen hanya 0,15 kg.

Saat ini Alik Sutaryat yang berasal dari Lakbok, Ciamis, Jawa Barat, sedang berupaya menanam padi karung yang diharapkan bisa menghasilkan panenan 1 (satu) kilogram atau 10 ons tiap karung yang asalnya hanya dari 1 (satu) butir benih gabah.


Dalam foto terlihat padi karung dipegang oleh saya Sobirin, dan padi ember dipegang oleh Sajiboen sahabat kompos dari Cirebon.

Minggu, 29 April 2012

11 hari belajar Inggris di Pare, Kediri part 1

Awalnya iseng2 apply beasiswa S2 ke CIMB yang kerjasama ama Khazanah Malaysia, Januari 2012. Niatnya pengen ngerasain mandiri, pengalaman baru, ketemu orang-orang baru, punya kemampuan lebih dari sekarang, memasuki lingkungan elite alias manusia2 mulia pencari ilmu, bener2 ngegoda iman untuk mendapat sebuah anugerah, sekolah lagi dan yang terpenting the new spirit for doing life.
Akhirnya, pas buka2 email ternyata gw terpilih menjadi salah seorang candidate, senangkah??takutkah??
Perasaan yang ada emang campur baur, sedikit rasa senang, ga percaya, dan takut, takut bilangnya ke orang tua. Sebelumnya para kandidat akan dipertemukan dalam assessment camp di jakarta selama 3 hari di bulan Mei. Makin galau, ngasih tau ke orang tua, kalo gw jd salah seorang kandidat, tapi tetap, berusaha ngeberaniin diri untuk bilang, mengingat persiapan yg harus dilakukan bakal banyak banget. Dan akhirnya bilang juga (walau dengan kaki gemeter, dan suara gemeter, haha, berasa di kutub). Aneh sih, untuk ukuran umur yang udah ga muda lagi, kok bisa2nya masih takut ngebahas sesuatu ke orangtua, apalagi menyangkut masa depan. Biarlah, gw emang penyimpangan dari sebuah normalitas. Setelah bilang, aduh leganya bukan main, walau perlu adu argumen antara boleh dan ga boleh, fiuhhhhh, sulitnya.
Nah setelah berdebat tanpa kusir, karena kita emang ga naek kuda sih, jadi ga butuh kusir, Lho??aneh deh..ckkck
Akhirnya  gw mutusin untuk ke Pare, belajar bahasa Inggris di tempat yang kata orang2 kampung Inggrisnya Indonesia, setelah semingguan browsing2 akhirnya nemu panduan lengkap yang bisa di donlot di salah satu blog orang, lupa nama blognya, tapi yg diinget ada gambar wayangnya, thanks bgt mas bro, sdh menjauhkanku dari kesesatan, hehe, maksudnya biar ga nyasar gitu disononya. Nah tuh panduan lengkap bett, dari naek angkutan, ongkos, tetek bengek tempat kursus dan kosan ampe referensi biaya dan tempat wisata. Wii, mantaplah pokonya, berasa PD kaya orang mau perang yang bawa persenjataan lengkap:).
Akhirnya setelah perjalanan yg sgt menyenangkan, 18 jam di bis Rosalia, kebayang dong betapa menyenangkannya, 18 jam gitu lohhhhh, posisi duduk gw, mulai dari duduk normal, jongkok, miring, leher dari yg lurus ampe nengok kanan kiri, depan belakang, dsb, dsb, lumayanlah buat ngeritingin pantat, haha, gokil dah.
 
Kayanya butuh satu postingan tersendiri untuk ngebahas di bisnya deh, ampun, secara pas berangkatnya pan jam 1, eh setelah beberapa jam berselang, mulailah bau2an aneh menghampiri, aduh mengingatkan pada bau kambing jantan, hueekkkkkkk. Kirain gw doang yg nyium, taunya bokap udah ambek2an sambil ngegosok-gosok idungnya gitu, haha, gw yg tadinya pgn marah2, mlh jd pgn ketawa plus prihatin liat bokap menderita, jadilah ide2 kreatif mulai muncul. Dari ngolesin idung pake minyak kayu putih ampe senderan kepala juga disiram kayu putih ama bokap, haha, makin ga tega liat bokapku sayang. Akhirnya gw kasih tisu dah tuh bokap, buat nutup idungnya, tapi emang rada ribet kali klo cwo harus nutupin idung pake tisu, all the time, hushhhhh...
tadinya bokap mau bikin gumpelan2 kecil n nutup idungnya, hahahah, gw makin ngakak, bau ilang, almarhum iya, scara kga bisa napas. aduh bnr2 dah, ga tega gw ama bokap.
Akhirnya setelah berbagai cara ditempuh, gw dan bokap memutuskan untuk menutup kepala kita, bokap nutupin kepalanya make sarung, dan gw nutupin kepala make pasmina, haha, kebayang orang2 disebelah kita ngeliatin kita gtu, mereka mikir kita aneh kali ya, padahal mah mereka yg aneh, bau gtu kok kerasa, aneh ga sih??apa justru harus disyukuri, punya idung yg ga sensi, ckkcck, penilaian kuserahkan pada anda.
Setelah perjalanan yang panjangggggggggggggg dan melelahkan, haha lebay gw, lumayan lah ga lelah2 amat, akhirnya nyampe di Kediri jam 7 pagi, deket2 terminal gtu lah, tp ga diterminalnya. Secara perut udh mulai keroncongan, kita makan nasi soto, wow, murah bgt, cuma 3 ribu per porsi, bisa mendadak tajir nih di pare, wkwkwk. Beres makan, kita mulai naek bis, Puspa indah namanya, tapi guys, believe me, jangan lu bayangin kalo bisnya bakalan indah, sori dori bukan mau ngejelekin ampun, gw takut dituntut dibilang pencemaran nama baik, tapi yah bisnya itu setipe metro mini tua or kopaja rejet gitulah, tapi yah so far so good. No problemo. Nah waktu sebelum naik bis, ada 2 orang aneh, sepasang gtu, bpk dan ibu, yg cwo pake jaket kulit item, ngeliatin kita dari sebelum naek, gw curiga mereka copet, abis ngeliatin koper gw mulu, wajar dong kalo gw suudzon, yg ga wajar klo gw malah GR, berasa tas and koper gw segitu bagusnya ampe diliatin mulu ama ibu and bpk yg gw liat kga ngarti fesyen.
Males lah gw, dia duduk mepet2in gw gt, padahal di depan banyak bangku kosong, gw suruh dia ke depan, awalnya dia duduk ke depan smbl cengar cengir ga jelas, eh cuma buat 1 menit doang, dia balik lagi mepet2 duduk di sebelah gw, sempittttttttttt tau, bt deh gw, tapi dbndg BT gw lbh ngutamain kewaspadaan, tuh orang tetep wee sepanjang jalan ngeliatin antara muka gw ama koper dan tas yg ada didepan gw, sumpah gw gerah, pgn langsung ngelabrak, "mau lu apa sih", tapi gw urungkan niat, berkat usaha keras menahan sabar, akhirnya gw bilang ke bokap ttg kecurigaan gw dan nyuruh bokap untuk waspada, tapi please, bokap malah nyengir, ah kamu terlalu parno, wewwwwwww??? bokap bilang, ga mungkin dia berani nyopet di tempat umum begini, pagi2 gini, bisa dikeroyok massa dia, hohhh, batin gw tetap ga terima, akhirnya gw pegangin tas gw sambil ngebales tatapan mereka, gw ga takut sedikitpun, gw malah natap mereka balik, dan hasilnya mereka jd ga terlalu sering ngeliatin muka gw lagi, secara lgsg ke gap ama mata gw, haha, tampang gw yg sangar dan beringas gw pasang ke mereka, ga tega sih klo ternyata mereka bukan copet, tp hellooo, ngapain lu ngeliatin muka gw smbl snyum2 aneh gitu. Fair dong, klo gw bls liatin muka lu, astaghfirullah, tengil bgt sih gw. Eh ngelunjak, diliatin, malah dia ngomongin gw lewat hpnya, ngetik kalimat gt smbl ngelirik ke gw, dan diliatin hpnya ke bininya, dasar, dasar,lu kira gw ga liat, gw kan duduk disebelah lu, akhirnya gw dgn tenaga yg menepis, mulai pasrah, berdoa dlm hati supaya mereka cpt turun. Stlh stgh jam, doaku terkabul, akhirnya mereka turun tp tetep msh memandang wajahku yg mungkin bagi mereka super manis ampe ga tega buat mengalihkan pandangan, wkwkwkwk. narsis dah gw.
Kebahagiaan mengalir dalam darahku, lega, plong benerrr, akhirnya bisa sdkt aware ama arah jalan skrg, scra drtd riweuh ama 2 orang aneh itu. Ditengah jalan naeklah cwo yg bawaannya setipe ama gw, koper dan ransel, gw yakin bgt klo dia juga mau les inggris, dia duduk diantara gw dan satu cewe, posisi kita terpisah gtulah. Nah dia mulai nanya2, aduh makin bikin gw ribet, udh penuh sesek, kehalangan orang, ga enak lah ya sama orang yg duduk disebelah gw, berasa kambing conge, muka dia dilewatin ama kita yg ngobrol, karena gw ga enak jdi ngelewatin punggung dia aja, drpd mukanya, haha, maafkan saya mba, saya sebnrnya ga mau ngobrol dgn melewati punggung ataupun muka mba, sumpah deh ga ada maksud, mslhnya, nih anak ngemeng mulu, klo ga dijawab takutnya dikira gw sombong, maafkan saya sekali lagi. Saya sdr betapa tidak nyamannya anda.
 ....biarlah bersambung, saya lelah...fiuhhh