Sabtu, 28 September 2013

Tulis-Tunggu-Realisasi

      10 Tahun lalu, aku terlalu sibuk dengan khayalanku, membuat cerpen dan berangan-angan. Beberapa negeri kutulisi, hanya berdasar referensi televisi atau gambar yang terselap selip disana-sini. Beberapa tahun kehidupanku mati suri, penggembira dan pecicilan hilang ditelan bumi. Kusadari beberapa sifat masih kumiliki dan sulit dihilangkan meski itu sifat buruk. Kurasa manusiawi, merubah hal menjadi 100 % adalah kejam, karena manusia hidup dari proses yang lambat dan perlahan-lahan. Tentu dalam perjalanan hidup, ketika kita berhenti sejenak sambil melepas lelah, ada baiknya memilah dan memilih. Setiap manusia punya masalah masing2, mulai dari ekonomi, percintaan, sosial, kehidupan rumah tangga bagi yang menikah, anak beranak, atau mungkin cucu2, yah semua hal tentu telah diatur dan mempunyai kekhasan masing2. Lika-liku hidup akan sedikit banyak membentuk karakter dan kepribadian setiap individu, ke arah yang benar, itulah yang diharapkan, menjadi bijaksana itulah yang diusahakan. Meski semua tahu, memperbaiki adalah hal yang menuntut kesabaran lebih, karena proses untuk memperbaiki adalah proses mencari terlebih dahulu kerusakan dan kesalahan yang ada sehingga bisa diputuskan tindakan apa yang bisa dilakukan, perlukah penggantian atau hanya sekedar dipoles sana sini.
      Kini setelah 10 tahun, aku bahkan tidak menyadari kalau aku punya keberanian yang bagi orang sepertiku sudah cukup luar biasa. Aku akan melakukan perjalanan backpacker pada november tahun ini, setahun kurencanakan, di negeri yang 10 tahun lalu kutuliskan dibuku cerpenku yang lusuh. Aku masih mengingat cerpen itu, meski samar2, ada sedikit ketakutan, ttg cerpen2 yg kutulis, aku selalu berusaha membuat endingnya baik, karena entah mengapa aku percaya, kalau manusia memiliki karma atas karya2nya. Dari karya terkadang akan memberikan sebuah kenyataan, entah itu dari lirik lagu, puisi, cerpen, novel atau apapun. Saat ini satu terealisasi, semoga negeri2 lain yang pernah kutulis menjemputku dan mengundangku ke negeri mereka, dan aku terlalu takut membayangkan kalau khayalanku akan terealisasi sepenuhnya. Mungkin nanti dalam satu postingan tersendiri, untuk khayalan paling gila yang pernah kutulis dibuku diariku akan kutulis disini. Sebenarnya aku terlalu malu, untuk membaginya disini. Terlalu gila dan tidak realistis. Tapi satu keyakinanku, meski ditertawakan, toh aku takkan pernah melihat mereka tertawa, jadi aku cukup bahagia.
    Sebenarnya ada rasa takut menjalani kehidupan yang baru di negeri asing, bahasanya, cuacanya, budayanya, dan negeri non muslim terkadang memberi kekhaatiran tersendiri. Semoga semua baik, semoga semua lancar. Aku berharap, aku berdoa dan aku bersabar.
    Aku ingin bahagia menikmati hari, tidak dipusingkan lagi dengan urusan banyak orang, sepertinya mengatur beberapa urusan orang lain sangatlah memusingkan, aku semakin merasa betapa kecilnya manusia. Hanya Allahlah yang maha agung, hal ini dalam pengertian secara nyata, manusia, alam dan isinya diatur sedemikian rupa dalam setiap detik. Kompleksitas yang takkan pernah mampu dibuat manusia sejenius apapun, apalagi mesin. Sungguh hanya kepada Allahlah kita patut bersujud. Aku akan rehat dari segala urusan ini dan akan mengurusi diriku sendiri. Banyak harapan dan niat baik dalam perjalanan kali ini. Aku berharap menemukan passion hidupku, bertemu orang2 baru, pemikiran baru dan semoga aku lebih menghargai hidup yang diberikan Allah ini. Amin, wish me luck!
  (Disaat seperti ini, kenapa suara perut harus terdengar, benar2 mengganggu mood).










Tidak ada komentar:

Posting Komentar