Sabtu, 28 September 2013

different head

      Tiba2 saja teringat ttg masa kuliah,ternyata saya tipe orang yg seringkali memiliki pemikiran dan pemahaman yg brbeda dgn orang lain. Saya khawatir ini sebuah penyakit gila. Bukankah orang gila adalah orang yg sibuk dgn pemikirannya dan dunianya sendiri, biasanya berbeda pndpt dan pengertian dgn orang normal ttg suatu hal. Hmm sungguh menjadi kecemasan tersendiri.          
     Pernah suatu kali saat tema presentasi adalah ttg penganekaragaman pangan, klo tdk slh yg dibahas saat itu  'kentang sbg substitusi padi sbg bahan pangan pokok'. Permslhn yg dbhs mulai dr ktrbtsan lahan, tingginya konsumsi, kebiasaan orang indo yg makan nasi, lalu komoditas padi yg dipolitisasi. Dalam sesi tanya jawab hampir semua orang setuju dgn hal itu, tapi saat itu saya yg sdh hampir 1,5 jam menahan diri, tetap kalah dgn keinginan kuat ,apakah ini nafsu? pantas musuh terbsar manusia adalah nafsu. Dan untuk itu saya harus belajar pengendalian diri yg lbh bsr lg. Saat itu ketika sesi tanya jawab sdh hmpr dtutup tiba2 tangan saya tnpa trkndali mengacung ke atas. Batinku brprang,'tangan kurang ajar beraninya mengngkat disaat tdk diprlukan'.
    "Bisakah saya minta ditampilkan data nilai gizi". Akhirnya finalis menyanggupi. Dan ya Allah,stlh melihat data saya semakin menggila, ' ditinjau dr data gizi yg anda tunjukkan ,beras memiliki nilai gizi tertinggi , kemudian sebaran potensi penanaman padi Indonesia memiliki luas lahan yg ckp besar untuk dijadikan sentra dibandingkan negara penghasil padi lainnya. Dengan potensi nilai ini bukankah prmslahn seharusnya difokuskan trhdp peningkatan prdksi padi. Jika kita bisa makan beras yg lbh brgizi drpd kntg knp kita harus makan kentang? td anda bahas ttg kebiasaan orng indo makan nasi, taukah anda bahwa pnduduk kita banyak sekali yg msh miskin , jika dikonversikan,makan kntg memiliki biaya yg lbh tinggi, dgn mkn nasi kita sdh kenyang, tdk prlu membeli pangan altrnatif untuk mengenyangkan perut shgga biaya pengeluaran untuk makan bisa ditekan. Harga kntg yg tinggi tidak terjangkau oleh petani jika harus dimakan setiap hari. Lalu semua berusaha berargumentasi, syukur sekali kesadaran saya kembali, saat itu saya telah dikendalikan nafsu. Lalu saya mengakhiri, "terima kasih", presentasi anda baik sekali, diselingi senyuman yg terasa agak kaku. Pelajaran berharga yang sekali lagi dapat kupetik. Kesabaran adalah hal yang akan berbuah manis, pengendalian diri, jauh lebih penting dari apapun. Tapi terkadang beberapa sifat inilah yang membawaku pada kejadian2 tak terduga selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar