Sabtu, 28 September 2013

kehilangan jati diri

Suatu pagi, dalam sebuah perenungan panjang, aku terdiam, aku menyadari satu hal pagi ini,,,
aku kehilangan jati diri,
aku ingin sekolah lagi,,,
lalu ada sebuah bisik kecil entah datang dari lubuk hati bagian mana, atau dari otakku yang sebelah mana,
lalu semakin ramai kudengar, kekeh tawa yang memilukan,
harga diriku ditertawakan,
Ya Allah, beginikah isi jiwaku, mereka berperang, bertengkar bahkan tanpa memikirkan perasaan sang empunya,
menuntut ilmu, bukankah itu malah akan memberatkan jiwamu, bisik suara tawa yang mulai terdengar jelas, bagaimana mungkin kau mengaku mencintai ilmu, sementara tak satupun bagian dari ilmu yang telah kau punya kau amalkan, bukankah itu menggelikan,
jiwaku terasa pias, aku butuh dukungan,
kutatap setiap zat yang tak tampak, namun aku tau mereka berada disana, seakan sedang berkumpul dalam sebuah forum, aku butuh pembelaan,
tak ada satu sosokpun yang bersedia membelaku,
aku tau
dia benar,
mereka benar,
aku tak berguna, tak berdaya,
tak berjiwa,
aku telah kehilangan kepercayaan diri dan juga jati diri, entahlah
akupun tak mengerti, bagaimana seharusnya menjadi berarti,
biar kupejamkan mata sekali lagi, agar terdengar lebih jelas bisikan pembelaan walau sekecil apapun, bukankah kita tak boleh berputus asa.
aku bukan tak berguna, aku mungkin kini tak berdaya, tapi
aku yakin karena puzzle hidupku belum lengkap, layaknya ilmuku yang baru seujung kuku,
bagaimana mungkin aku mampu menanggung yang sebesar itu, jika bekalku tak cukup,
tunggulah, bersabarlah, aku janji takkan mengecewakan kalian, teruslah mendukungku dan tertawalah ketika aku bahagia, berhenti menghakimiku, karena aku juga manusia biasa, yang butuh waktu, kesempatan dan pemompaan energi, aku janji takkan menyerah saat ini, kumohon, tunggu sedikit lagi,:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar