Sabtu, 28 April 2012

'air telaga'



wajahmu tersapu hembusan tipis angin sore
beriak namun tak mengeluarkan ombak
hanya getar yang timbul dan terasa
kau adalah cermin bagi semua benda
memantulkan bias langit sore dan semesta
indah, sejuk, jingga, lembut menerpa
kau terlalu tenang untukku..tak pernah kau tampakkan emosimu
gundah, bahagia, suka, duka...parasmu tak terbaca
hanya getar yang timbul dan terasa..ya hanya getar yang timbul dan terasa
menjelang senja pekatmu mulai menjelma
gelap dan masih tanpa jiwa
sendu atau duka??sungguh tak terbaca..
sepikah hatimu..pilukah jiwamu..aku ingin menyentuhmu..
menjadi cerminmu..memantulkan emosimu dan menyerap hampamu..
tapi kau adalah cermin semua benda
sehingga semua takkan nyata..hanya pantulan dan fatamorgana
kau hanya memantulkan bias dunia
maka sekali lagi aku hanya bisa mendekatimu..menatap pantulan di wajahmu, dan memandang sebuah senyum karena aku tersenyum
menatap kemuraman karena aku bersedih
dan menatap kekosongan karena rasa sepi
sedihku, senyumku, kosongku kan kau hapus ketika sang angin menyentuh bibirmu..
dan kini tergantikan pada sebuah wajah hampa yang menatap cermin tak bermassa
karena kutau, kau hanyalah air telaga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar