wajahmu tersapu hembusan tipis angin
sore
beriak namun tak mengeluarkan ombak
hanya getar yang timbul dan terasa
kau adalah cermin bagi semua benda
memantulkan bias langit sore dan
semesta
indah, sejuk, jingga, lembut menerpa
kau terlalu tenang untukku..tak
pernah kau tampakkan emosimu
gundah, bahagia, suka,
duka...parasmu tak terbaca
hanya getar yang timbul dan
terasa..ya hanya getar yang timbul dan terasa
menjelang senja pekatmu mulai
menjelma
gelap dan masih tanpa jiwa
sendu atau duka??sungguh tak
terbaca..
sepikah hatimu..pilukah jiwamu..aku
ingin menyentuhmu..
menjadi cerminmu..memantulkan
emosimu dan menyerap hampamu..
tapi kau adalah cermin semua benda
sehingga semua takkan nyata..hanya
pantulan dan fatamorgana
kau hanya memantulkan bias dunia
maka sekali lagi aku hanya bisa
mendekatimu..menatap pantulan di wajahmu, dan memandang sebuah senyum karena
aku tersenyum
menatap kemuraman karena aku
bersedih
dan menatap kekosongan karena rasa
sepi
sedihku, senyumku, kosongku kan kau
hapus ketika sang angin menyentuh bibirmu..
dan kini tergantikan pada sebuah
wajah hampa yang menatap cermin tak bermassa
karena kutau, kau hanyalah air telaga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar