Selasa, 22 Mei 2012

"Final Day"

Hari ini para kandidat beasiswa dihubungi, jadwal, document, reservasi hotel dan resechedule untuk tiket pesawat bagi yang sdh terlanjur booking untuk tgl 25 mei diundur jadi tgl 26 mei and need to stay untill 28th mei, karena ternyata acara AC akan berlangsung selama 4 hari yang semula direncanakan hanya 3 hari. Saya pun mendapat sms itu tengah malam, tepatnya jam 23.18 WIB, saya sudah ikhlas untuk melepas beasiswa ini berhubung ibu tidak berkenan dengan kepergianku. Semoga hal ini menjadi suatu pembuka jalan lain untuk saya, belajar tentang keikhlasan dan menyayangi ibu lebih lagi dari sebelumnya. Saya bahkan rela melepaskan dunia untukmu ibu, mungkin terdengar berlebihan tapi nyatanya sejauh ini saya telah membuktikannya, saya berani melepas pekerjaan dan kini kesempatan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, kesempatan bertemu sesuatu yang baru, kesempatan mengaktualisasi diri dsb, dsb. Orang bilang kesempatan tidak datang 2 kali, tapi hal ini tidak berlaku bagi saya, kesempatan bisa diciptakan, saya pun tidak berputus asa, berusaha untuk lebih dewasa dan manusiawi, perjalanan hidup terkadang memang seperti ini, suatu hari nanti ketika batinmu telah tenang dan rela melepaskan kepergianku, maka saya akan memulai lagi dari awal, saat ini, biarlah saya tetap disampingmu, menamanimu dan merawatmu. Ibu, I LOVE U.

Saya sempat bergurau ketika suatu pagi ibu sedang menyapu halaman dan saya bersiap untuk ke ruko, "Ibu kalo saya dapet beasiswa dari Inggris selama 1 tahun, apakah Ibu mengijinkan?,,,
Tiba-tiba ia terdiam tampak agak pucat, dan sayapun melangkah pergi, "saya cuma bercanda bu", dan melepaskan senyum nakal untuk Ibu. Saya meyakinkan diri kalau tahun ini sebaiknya tetap di dalam negeri.
Dan melanjutkan rutinitas hidup. God Bless Me!!^_^

Senin, 30 April 2012

Tulisan Pa Sob ttg padi SRI dan sistem ijon

Saya sengaja mengcopy paste tulisan Pa Sob ini tentang padi SRI, karena tulisan ini telah menginspirasi saya, walaupun saya sudah pernah baca berbagai artikel tentang padi SRI dan sempet bikin bundelan sendiri untuk data padi SRI ini, tetap saja yang satu ini nempel di hati. Waktu saya kursus di Pare, saya nge-camp di Damsel yang notabene depannya itu sawah, damai sekali rasanya melihat sawah yang sudah ditanami padi, ada yang masih hijau, ada juga yang sudah mulai berisi bulir2 padi. Saya kursus di Elfast, dan tepat di depan Elfast itu ada ibu warung yang jualan aneka masakan, (wah thanks bgt ya bu, aku selalu ngerepotin beliau, secara selalu ada aja requestku yg aga aneh, alias beda ama pembeli yg lain). Nah si ibu itu selain punya kosan dan warung masakan, beliau juga jadi buruh sawah dengan sistem bagi hasil atau biasa dia sebut paroan ama yang punya lahan. Sempet saya ngebahas tentang padi yang beliau  tanam dan tanya2 ttg hasil yang diperoleh. Setelah beliau selesai cerita dan saya selesai sarapan, mulailah saya ngoceh tentang padi organik dan sistem SRI, si ibu cuma ngangguk2. Saya sempet tanya, berapa hasil panennya?beliau jawab 9,5, saya aga rancu antara 950 ribu atau 9,5 juta, bodohnya saya cuma ngangguk aja, ga nanya lebih detil. Saya juga sempet tanya ttg luas lahan, beliau ga ngerti ukuran meter atau hektar, cuma bilang, yah segitu mba, sepetak aja, wew, makin bingung.???berhubung data yang dia kasih ga lengkap jadi saya ga bisa menganalisis lebih jauh untuk ukuran panennya, sudah maksimalkah? Sistem panennya pun ternyata masih sistem ijon, wah miris memang, sistem ini sudah mendarah daging di Indonesia, si Ibu bilang, dia sih seneng2 aja dengan sistem itu, tau bersih, asal ada lebih. Sekali lagi saya bingung, untuk menganalisis hasil panen, karena para ijoners tentunya lebih pandai dan ga mungkin bersedia rugi, so saya berkesimpulan sudah pasti petani yang dirugikan. Suudzonkah??atau justru ini sebuah simbiosis mutualisme??Terkadang kita para pemerhati beranggapan dan berpikiran lebih kritis, bukankah petani akan dirugikan nantinya?harus ada sistem yang lebih baik?tapi sekali lagi, bahkan si penderitapun senang dan tidak merasa dirugikan, anehkah???yah saya berkesimpulan, Indonesia memang memiliki warga yg baik hati, betapapun disakiti, mereka tetap ikhlas menerima??sebuah perenungankah??atau justru harus lebih berbesar hati??penilaian tentu dikembalikan pada pribadi masing2, namun satu yang pasti, sistem ijon termasuk gharar dalam islam, jadi hindarilah, sebisa mungkin:).

Friday, August 8, 2008


PADI RAKSASA DALAM KARUNG


Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 9 Agustus 2008
Foto: Sajiboen 2008, Padi Karung 90 Hari 104 Anakan

Oleh: Sobirin

Teman saya ahli padi namanya Alik Sutaryat pekerjaannya menekuni padi SRI (System of Rice Intensification). Dalam usaha mengembangkan padi SRI ini, dia berhasil menanam padi 1 butir dalam karung goni dengan kompos dan MOL buatan sendiri menjadi 104 anakan, hasil panen 0,70 kg.



J
enis padi Sintanur, ukuran karung goni diameter 60 cm dan tinggi 60 cm. Diisi dengan tanah dan kompos. Tanah 1 bagian, kompos 2 bagian. MOL buatan sendiri dari bahan keong sawah yang ditumbuk, dicampur dengan buah maja (dalam bahasa Sunda buah berenuk), dicampur dengan air kelapa.


Jenis karung goninya adalah karung goni tenunan dari rami, karung goni wadah beras jaman dulu, yang warnanya coklat, tembus air. Bukan karung goni plastik jaman sekarang yang warnanya putih dan tidak tembus air. Tiap hari disiram air, dan air terus merembas keluar.
Pemberian MOL encer tiap 3 hari. Menjelang berbulir tambahkan lagi kompos sebagai pengganti butir-butir kompos yang terbawa rembasan air keluar dari karung. Dalam waktu 90 hari, tinggi tanaman padi ini mencapai 1,5 meter, anakannya 104 batang.

Ketika dipanen menghasilkan gabah 0,7 kg. Kalau disetarakan dengan penanaman di sawah kurang lebih 70 ton per hektar per panen. Setelah panen, ketika digali, panjang akarnya mencapai 45 cm.
Bandingkan dengan padi ember biasa dengan perlakuan biasa, anakan hanya 35 batang, hasil panen hanya 0,15 kg.

Saat ini Alik Sutaryat yang berasal dari Lakbok, Ciamis, Jawa Barat, sedang berupaya menanam padi karung yang diharapkan bisa menghasilkan panenan 1 (satu) kilogram atau 10 ons tiap karung yang asalnya hanya dari 1 (satu) butir benih gabah.


Dalam foto terlihat padi karung dipegang oleh saya Sobirin, dan padi ember dipegang oleh Sajiboen sahabat kompos dari Cirebon.

Minggu, 29 April 2012

11 hari belajar Inggris di Pare, Kediri part 1

Awalnya iseng2 apply beasiswa S2 ke CIMB yang kerjasama ama Khazanah Malaysia, Januari 2012. Niatnya pengen ngerasain mandiri, pengalaman baru, ketemu orang-orang baru, punya kemampuan lebih dari sekarang, memasuki lingkungan elite alias manusia2 mulia pencari ilmu, bener2 ngegoda iman untuk mendapat sebuah anugerah, sekolah lagi dan yang terpenting the new spirit for doing life.
Akhirnya, pas buka2 email ternyata gw terpilih menjadi salah seorang candidate, senangkah??takutkah??
Perasaan yang ada emang campur baur, sedikit rasa senang, ga percaya, dan takut, takut bilangnya ke orang tua. Sebelumnya para kandidat akan dipertemukan dalam assessment camp di jakarta selama 3 hari di bulan Mei. Makin galau, ngasih tau ke orang tua, kalo gw jd salah seorang kandidat, tapi tetap, berusaha ngeberaniin diri untuk bilang, mengingat persiapan yg harus dilakukan bakal banyak banget. Dan akhirnya bilang juga (walau dengan kaki gemeter, dan suara gemeter, haha, berasa di kutub). Aneh sih, untuk ukuran umur yang udah ga muda lagi, kok bisa2nya masih takut ngebahas sesuatu ke orangtua, apalagi menyangkut masa depan. Biarlah, gw emang penyimpangan dari sebuah normalitas. Setelah bilang, aduh leganya bukan main, walau perlu adu argumen antara boleh dan ga boleh, fiuhhhhh, sulitnya.
Nah setelah berdebat tanpa kusir, karena kita emang ga naek kuda sih, jadi ga butuh kusir, Lho??aneh deh..ckkck
Akhirnya  gw mutusin untuk ke Pare, belajar bahasa Inggris di tempat yang kata orang2 kampung Inggrisnya Indonesia, setelah semingguan browsing2 akhirnya nemu panduan lengkap yang bisa di donlot di salah satu blog orang, lupa nama blognya, tapi yg diinget ada gambar wayangnya, thanks bgt mas bro, sdh menjauhkanku dari kesesatan, hehe, maksudnya biar ga nyasar gitu disononya. Nah tuh panduan lengkap bett, dari naek angkutan, ongkos, tetek bengek tempat kursus dan kosan ampe referensi biaya dan tempat wisata. Wii, mantaplah pokonya, berasa PD kaya orang mau perang yang bawa persenjataan lengkap:).
Akhirnya setelah perjalanan yg sgt menyenangkan, 18 jam di bis Rosalia, kebayang dong betapa menyenangkannya, 18 jam gitu lohhhhh, posisi duduk gw, mulai dari duduk normal, jongkok, miring, leher dari yg lurus ampe nengok kanan kiri, depan belakang, dsb, dsb, lumayanlah buat ngeritingin pantat, haha, gokil dah.
 
Kayanya butuh satu postingan tersendiri untuk ngebahas di bisnya deh, ampun, secara pas berangkatnya pan jam 1, eh setelah beberapa jam berselang, mulailah bau2an aneh menghampiri, aduh mengingatkan pada bau kambing jantan, hueekkkkkkk. Kirain gw doang yg nyium, taunya bokap udah ambek2an sambil ngegosok-gosok idungnya gitu, haha, gw yg tadinya pgn marah2, mlh jd pgn ketawa plus prihatin liat bokap menderita, jadilah ide2 kreatif mulai muncul. Dari ngolesin idung pake minyak kayu putih ampe senderan kepala juga disiram kayu putih ama bokap, haha, makin ga tega liat bokapku sayang. Akhirnya gw kasih tisu dah tuh bokap, buat nutup idungnya, tapi emang rada ribet kali klo cwo harus nutupin idung pake tisu, all the time, hushhhhh...
tadinya bokap mau bikin gumpelan2 kecil n nutup idungnya, hahahah, gw makin ngakak, bau ilang, almarhum iya, scara kga bisa napas. aduh bnr2 dah, ga tega gw ama bokap.
Akhirnya setelah berbagai cara ditempuh, gw dan bokap memutuskan untuk menutup kepala kita, bokap nutupin kepalanya make sarung, dan gw nutupin kepala make pasmina, haha, kebayang orang2 disebelah kita ngeliatin kita gtu, mereka mikir kita aneh kali ya, padahal mah mereka yg aneh, bau gtu kok kerasa, aneh ga sih??apa justru harus disyukuri, punya idung yg ga sensi, ckkcck, penilaian kuserahkan pada anda.
Setelah perjalanan yang panjangggggggggggggg dan melelahkan, haha lebay gw, lumayan lah ga lelah2 amat, akhirnya nyampe di Kediri jam 7 pagi, deket2 terminal gtu lah, tp ga diterminalnya. Secara perut udh mulai keroncongan, kita makan nasi soto, wow, murah bgt, cuma 3 ribu per porsi, bisa mendadak tajir nih di pare, wkwkwk. Beres makan, kita mulai naek bis, Puspa indah namanya, tapi guys, believe me, jangan lu bayangin kalo bisnya bakalan indah, sori dori bukan mau ngejelekin ampun, gw takut dituntut dibilang pencemaran nama baik, tapi yah bisnya itu setipe metro mini tua or kopaja rejet gitulah, tapi yah so far so good. No problemo. Nah waktu sebelum naik bis, ada 2 orang aneh, sepasang gtu, bpk dan ibu, yg cwo pake jaket kulit item, ngeliatin kita dari sebelum naek, gw curiga mereka copet, abis ngeliatin koper gw mulu, wajar dong kalo gw suudzon, yg ga wajar klo gw malah GR, berasa tas and koper gw segitu bagusnya ampe diliatin mulu ama ibu and bpk yg gw liat kga ngarti fesyen.
Males lah gw, dia duduk mepet2in gw gt, padahal di depan banyak bangku kosong, gw suruh dia ke depan, awalnya dia duduk ke depan smbl cengar cengir ga jelas, eh cuma buat 1 menit doang, dia balik lagi mepet2 duduk di sebelah gw, sempittttttttttt tau, bt deh gw, tapi dbndg BT gw lbh ngutamain kewaspadaan, tuh orang tetep wee sepanjang jalan ngeliatin antara muka gw ama koper dan tas yg ada didepan gw, sumpah gw gerah, pgn langsung ngelabrak, "mau lu apa sih", tapi gw urungkan niat, berkat usaha keras menahan sabar, akhirnya gw bilang ke bokap ttg kecurigaan gw dan nyuruh bokap untuk waspada, tapi please, bokap malah nyengir, ah kamu terlalu parno, wewwwwwww??? bokap bilang, ga mungkin dia berani nyopet di tempat umum begini, pagi2 gini, bisa dikeroyok massa dia, hohhh, batin gw tetap ga terima, akhirnya gw pegangin tas gw sambil ngebales tatapan mereka, gw ga takut sedikitpun, gw malah natap mereka balik, dan hasilnya mereka jd ga terlalu sering ngeliatin muka gw lagi, secara lgsg ke gap ama mata gw, haha, tampang gw yg sangar dan beringas gw pasang ke mereka, ga tega sih klo ternyata mereka bukan copet, tp hellooo, ngapain lu ngeliatin muka gw smbl snyum2 aneh gitu. Fair dong, klo gw bls liatin muka lu, astaghfirullah, tengil bgt sih gw. Eh ngelunjak, diliatin, malah dia ngomongin gw lewat hpnya, ngetik kalimat gt smbl ngelirik ke gw, dan diliatin hpnya ke bininya, dasar, dasar,lu kira gw ga liat, gw kan duduk disebelah lu, akhirnya gw dgn tenaga yg menepis, mulai pasrah, berdoa dlm hati supaya mereka cpt turun. Stlh stgh jam, doaku terkabul, akhirnya mereka turun tp tetep msh memandang wajahku yg mungkin bagi mereka super manis ampe ga tega buat mengalihkan pandangan, wkwkwkwk. narsis dah gw.
Kebahagiaan mengalir dalam darahku, lega, plong benerrr, akhirnya bisa sdkt aware ama arah jalan skrg, scra drtd riweuh ama 2 orang aneh itu. Ditengah jalan naeklah cwo yg bawaannya setipe ama gw, koper dan ransel, gw yakin bgt klo dia juga mau les inggris, dia duduk diantara gw dan satu cewe, posisi kita terpisah gtulah. Nah dia mulai nanya2, aduh makin bikin gw ribet, udh penuh sesek, kehalangan orang, ga enak lah ya sama orang yg duduk disebelah gw, berasa kambing conge, muka dia dilewatin ama kita yg ngobrol, karena gw ga enak jdi ngelewatin punggung dia aja, drpd mukanya, haha, maafkan saya mba, saya sebnrnya ga mau ngobrol dgn melewati punggung ataupun muka mba, sumpah deh ga ada maksud, mslhnya, nih anak ngemeng mulu, klo ga dijawab takutnya dikira gw sombong, maafkan saya sekali lagi. Saya sdr betapa tidak nyamannya anda.
 ....biarlah bersambung, saya lelah...fiuhhh